(0362) 27719
balitbang@bulelengkab.go.id
Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah

FGD Kecamatan Banjar, Balitbang Inovda Temukan Potensi Unggulan Daerah

Admin balitbang | 21 Maret 2024 | 1261 kali

Kamis, 21 Maret 2024 Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbang Inovda) Kabupaten Buleleng melanjutkan Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan di Kecamatan Banjar. FGD dalam rangka Penyusunan Kajian Analisis Produk Unggulan Pertanian Daerah Kabupaten Buleleng dan Model Hilirisasinya. Acara dibuka Camat Banjar yang selanjutnya dipandu Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Balitbang Inovda, I Gusti Ngurah Purnawirawan, M.E. 

Hadir dalam acara, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Perwakilan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM Kabupaten Buleleng, Perbekel lingkup Kecamatan Banjar, Koordinator PPL dan PPL BPP Banjar, Tim Pelaksana Kajian dari Universitas Panji Sakti Singaraja, dan Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ekbang Balitbang Inovda.

Tujuan FGD adalah untuk menggali informasi mengenai produk unggulan daerah pertanian di Kecamatan Banjar, yang mampu memberikan daya ungkit bagi perekonomian masyarakat dan mampu meningkatkan PDRB Kabupaten.

Ketua tim pelaksana Dr. Ir. Putu Suwardike, MP., dalam paparannya menyampaikan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, sasaran/output penelitian, kebaruan penelitian, pemanfaatan hasil penelitian dan metodologi penelitian yang digunakan.

Koordinator PPL menyampaikan potensi di Kecamatan Banjar secara umum, diantaranya padi karena bersifat strategis dan banyaknya luas tanam, di bidang holtikultura ada anggur, durian, dan manggis. Di bidang peternakan terdapat sapi, sedangkan perkebunannya cengkeh dan tanaman bunga.

Perbekel Desa Tampekan menyampaikan luas wilayah Desa Tampekan yang hanya 62 Ha, menyebabkan sulit mengangkat potensi unggulan karena luasan wilayah yang kecil. Namun bisa menanam padi dengan tumpang sari kacang panjang. Terdapat olahan singkong menjadi kripik oleh kelompok PKK. Di bidang perikanan ada ikan patin, tetapi terkendala pemasaran sehingga sekarang beralih ke lele.

Subak Ambengan menyampaikan komoditi buah anggur hitam yang telah diproduksi menjadi jus, brem dan dodol. Petaninya juga telah bergabung dengan Poktan Amerta Nadi.

Perwakilan dari Desa Sidetapa menyampaikan beberapa potensi, seperti Cengkeh, Durian dan Manggis. Desa ini memiliki kelompok Budi Santosa yang mengolah Manggis menjadi Brem. Sedangkan perwakilan Desa Kaliasem menyampaikan potensi anyaman bambu, dan mangga arumanis yang sudah masuk swalayan.

Perbekel Temukus menginformasikan potensi padi yang dimiliki desanya, namun permasalahan dihadapi saat musim hujan karena kurangnya tempat untuk menjemur, sehingga padinya kembali menjadi benih/bibit.

Masukan dari perwakilan Dinas Pertanian, agar potensi yang akan muncul menjadi produk unggulan disiapkan model hilirisasinya. Berdasarkan pendampingan yang dilakukan, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng setiap tahun menyusun produk unggulan pertanian perkecamatan, dengan kriteria/indikator merupakan komoditas strategis, komoditas pemicu inflasi, sumberdaya lokal, serta secara ekonomi memberikan keuntungan dan minat masyarakat. Berdasarkan pendampingan dan indikator tersebut, maka diketahui produk unggulan di Kecamatan Banjar adalah Manggis, Durian dan Cengkeh.

Selanjutnya, Pendamping UPTD PLUT Kabupaten Buleleng menginformasikan bahwa Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi UKM Kabupaten Buleleng memfasilitasi pengurusan perijinan berupa NIB. Selain itu juga melakukan pendampingan untuk pembuatan kemasan, termasuk labeling dan layanan desain.

Terakhir, Kaur Pembangunan Desa Munduk menginformasikan potensi Beras Merah Cendana didesanya, namun ada kendala sulitnya pemasaran, sehingga harganya anjlok. Selain beras juga ada cengkeh, kopi alpukat, manggis dan mangga. #Eka.