(0362) 24457
balitbang@bulelengkab.go.id
Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah

Diskusi Kajian Sistem Drainase Hybrid Buleleng

Admin balitbang | 05 Agustus 2022 | 65 kali

Jumat, 5 Agustus 2022, bertempat di ruang rapat Balitbang Inovda Buleleng, dilakukan rapat forum diskusi Kajian Penyelenggaraan Sistem Drainase Kabupaten Buleleng secara hybrid. Rapat dipimpin oleh Kepala Balitbang Inovda, Drs. Made Supartawan, M.M., didampingi Sekretaris, Made Suharta, S.Kom.,M.A.P.

Rapat dihadiri pula oleh Tim Pengendali Mutu, diantaranya Ketua PPPM STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, perwakilan LPPM dari Undiksha Singaraja, dan Tenaga Ahli Peneliti Universitas Udayana Denpasar. Adapun undangan terkait yaitu Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, perwakilan Perangkat Daerah seperti Bappeda, Dinas PUTR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pertanian serta Para Kabid dan Peneliti Ahli Muda Balitbang Inovda.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari rapat pendahuluan Kajian Penyelenggaraan Sistem Drainase Kabupaten Buleleng yang dilakukan sebelumnya pada tanggal 29 Juni 2022, yang dilaksanakan untuk mendapat masukan terkait laporan hasil pengumpulan data dan analisa  yang sudah disusun oleh Tenaga Ahli Peneliti. Tujuan dalam penyusunan kajian ini adalah untuk merumuskan upaya-upaya yang dilakukan dalam menyelenggarakan fungsi saluran drainase, yang berfungsi sebagai saluran irigasi serta merumuskan pengelolaan yang baik dan tepat dalam penyelenggaraan drainase di Kabupaten Buleleng.

Dari pemaparan tenaga ahli, disampaikan bahwa dilihat dari permasalahan yang terjadi di lapangan maka rekomendasi yang dapat diusulkan diantaranya pengaturan pintu air, pengerukan sedimen, pembentukan forum koordinasi, peningkatan peran serta masyarakat/sosialisasi kepada masyarakat.

Beberapa masukan dari peserta rapat diantaranya, penyusunan ini harus terintegrasi dan dapat memberikan kontribusi yang positif, sehingga dapat dimanfaatkan untuk 5-10 tahun mendatang tentunya melalui dukungan data-data yang jelas. Dalam perencanaan juga harus memperhatikan topografi wilayah, karena terdapat daerah-daerah yang memiliki muka air tanah yang rendah. Rekomendasi yang disampaikan agar diperjelas, serta diharapkan pengaturan pintu air melalui penerapan teknologi, karena saat ini semua sudah berbasis digital. (Anik W).