BALITBANG BULELENG GELAR FGD PEMBANGUNAN TAMAN KOTA MENJADI TAMAN TEMATIK

  • Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah
  • 15 Oktober 2020
  • Dibaca: 76 Pengunjung

Kamis, 15 Oktober 2020 Balitbang Inovda Kabupaten Buleleng melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait riset yang berjudul "Kajian Konsep Pengembangan Taman Kota menjadi Taman Tematik di Kawasan Perkotaan Singaraja", dengan bekerjasama dengan tim ahli peneliti dari Undiksha Singaraja. Bertempat di ruang rapat setempat, FGD dibuka oleh Kepala Balitbang Inovda (dr. Gede Wiartana, M.Kes), dan dihadiri oleh unsur dari Bappeda, BPKPD, Disperkimta, Dinas PUTR, DLH, Disdikpora, serta para pejabat struktural di lingkup Balitbang Inovda.

Sesuai UU Nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang yang mengamanatkan agar setiap kabupaten/kota memiliki RTH sebesar 30% dari total luasan kota, yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Persentase sebesar 30% tersebut adalah sebagai penyeimbang ekosistem kota, yang dapat menghasilkan ketersediaan udara bersih disamping sebagai estetika kota. Taman kota di Singaraja yang merupakan RTH Publik, baru memiliki nama dan masih bersifat umum. Identitas yang menjadi fungsi utama belum jelas, sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan fungsinya secara maksimal.

Pemerintah Kabupaten Buleleng saat ini sedang berupaya agar dapat mengembangkan fungsi dari taman kota, baik taman kota yang sudah ada maupun taman kota yang nantinya akan dibangun. Upaya tersebut adalah menjadikan taman kota sebagai taman tematik. Konsep taman kota sebagai taman tematik adalah konsep dimana taman kota tersebut nantinya akan diberikan suatu identitas/nama serta fasilitas pendukung yang sesuai dengan manfaat/peruntukannya. Jadi, fungsi dari taman kota tidak hanya sebatas fungsi bio ekologis dan estetis, tetapi juga mampu berfungsi dari segi Sosio ekonomi. Di samping itu, salah satu kriteria dalam penilaian Adipura adalah ketersediaan Taman Tematik di kabupaten/kota.

Dengan menjadikan taman kota sebagai taman tematik, diharapkan dapat lebih memberi nuansa baru, serta diharapkan nantinya dapat lebih menarik minat masyarakat untuk berkunjung serta menikmati fasilitas penunjang yang tersedia. Ada 7 taman kota yang nantinya akan dikembangkan menjadi taman tematik dengan rekomendasi dari tim ahli potensi tematik. Adapun konsep taman adalah sebagai berikut : 

  1. Taman Kota Singaraja, potensi tematik sebagai sosial budaya dengan konsep sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi dan pelestarian budaya.
  2. Taman Bung Karno, potensi tematik sebagai ekologis berbasis budaya dengan konsep taman sebagai tempat rekreasi sekaligus berfungsi ekologi berbasis pada tanaman untuk kebutuhan 'banten' yang menjadi budaya masyarakat Bali.
  3. Taman Yuwana Asri, karena lahan yang tersedia relatif sempit, potensi tematik sebagai pendidikan anak (anak cerdas), dengan konsep taman sebagai tempat rekreasi dan pendidikan anak-anak.
  4. Taman Soenda Kecil, potensi tematik sebagai kuliner kebangsaan dengan konsep taman sebagai tempat rekreasi dan sekaligus memanjakan lidah dengan kuliner yang tidak saja sebagai kuliner khas Buleleng, tetapi juga kuliner khas daerah Soenda Kecil (Nusa Tenggara) atau juga daerah-daerah Indonesia lainnya.
  5. Taman Rumah Jabatan Bupati, potensi tematik sebagai taman festival dengan konsep taman sebagai tempat jamuan dengan pesta kebun bagi tamu-tamu penting Bupati dan areal festival pada perayaan momen-momen tertentu.
  6. Taman Nirmala Asri (rencana), potensi tematik sebagai taman olah raga dengan konsep taman sebagai tempat rekreasi sekaligus berolah raga.
  7. Taman Eks Bank Perniagaan Umum, potensi tematik yang ditawarkan adalah sebagai taman pendidikan dengan konsep taman sebagai tempat rekreasi dan sekaligus memfasilitasi generasi muda untuk belajar.

Beberapa masukan dari peserta FGD kali ini antara lain :

  1. Fokus perencanaan taman kota sebagai taman tematik tidak hanya fokus di pusat kota, tetapi jika memungkinkan disediakan pula di daerah pinggiran, sehingga akses taman kota menjadi lebih luas.
  2. Taman Bung Karno, potensinya bukan hanya sebagai taman ekologi berbasis budaya, tetapi juga sebagai taman heritage (disana mengulas serta ada fasilitas pendukung terkait sejarah orang tua Bung Karno).
  3. Memperluas potensi dan konsep taman kota bukan hanya sebagai taman anak saja, tetapi juga sebagai taman pemuda, taman lansia dan taman disabilitas.

Kendala-kendala yang mungkin dihadapi terkait perencanaan taman tematik nantinya adalah terkait :

  1. Penganggaran, meski sudah ada beberapa yang akan terakomodir di tahun depan seperti Taman Bung Karno, dan Soenda Kecil.
  2. inventarisasi lahan, terkait perluasan taman disebelah eks BPU.
  3. Sanitasinya, yaitu terkait bagaimana pembuangan limbah domestik yang nantinya bermuara di sungai (Taman Soenda Kecil yang dekat dengan tukad Buleleng agar direncanakan IPAL-nya). (Mira Triyulia_Balitbang_2020).
Share Post :